Postingan

Dari Trotoar ke Flyover

Gambar

Dari yang Terdalam untuk yang Terdiam

Sikap yang datang dari perasaan terdalam tidak akan pernah bisa dipendam.
Pejalanan Ciamis-Jakarta, bukti yang harusnya bisa membuat hati minimal "bergetar".

Saudaraku....
Apa yang saat ini sedang kalian lakuan sungguh membuktikan bahwa kalian memang "pasukan bayaran", lebih dari sekedar lima ratus ribuan.
Bayaran untuk sebuah keyakinan, takkan bisa diperlihatkan kepada yang sangat mencintai keduaniawian. Perjalanan yang kalian lakukan, membuktikan.

Galau (Gangguan Masa Lampau)

Gambar
"Loe di omongin terus tiap malem sama dia" Chat seorang teman di malam ini.

Teman, kau hanya baru saja memberi tahuku bagian dari dirinya yang ingin ku lalui.


Lelah merasa dibayangi, sudah sangat jarang dia ku hubungi. Tapi karena kita berteman, selalu ada orang lain yang seolah menjembatani.
Kami berteman dari SMA, namun rasa tak lagi sama semenjak ada "kata-kata tertulis" yang entah siapa pelaku sebenarnya.


Beberapa hari setelah "kabar" dari temanku itu, aku melihatnya berfoto kala menghadiri wisuda seseorang yang memang ku tahu special baginya. Bohong! jika aku bilang aku tak merasakan apapun saat melihatnya.
Ada sebuah rasa yang belum punya nama. Rasa yang tercipta karena sebuah tanya.

Hati dan pikiranku selalu "berkelahi" jika ini mengenai dirinya. Saat hati condong padanya, pikiran berkata; "lupakan bagian dari dirinya yang bisa membuatmu (hati) terluka"


Jika sudah berurusan dengan hati, aku akan meminta pada sang pemilik hati u…

Dari Santri Untuk Negeri

Gambar
"Meski bakti mereka pada negeri sering di salah arti, mereka tak pernah berniat menyakiti"

Kalimat yang gagal aku kembangkan karena terbatas pengetahuan dan pengalaman, sehingga sebuah kesempatan harus ku relakan.

Tapi tak apa, akan ku gunakan kesempatan kali ini untuk menulis sedikit cerita anak santri yang ku ketahui dengan pasti.
Tentang tiga orang pejuang yang dengan bangga ku sebut, Adikku.
Sebuah penghargaan di hari perayaan; Hari Santri Nasional.

"Sukarela atau Terpaksa"

Baharuddin, dia si pertama yang dengan sukarela memulai segala. Dari berpisah dengan orang tua hingga saudara.
Dan, baru saja jauh dari keluarga, dia mendapat sebuah luka.
Meski cerita tentang luka ini tak sepenuhnya bisa kami percaya, tak apa! karena luka itu tak mampu menghentikan langkahnya. Dan dia membuktikannya.
Membuktikan bahwa; sekolah yang dianggap banyak orang apa adanya, justru membuatnya mengerti cara berjuang untuk menjadi juara yang sebenarnya. Alhamdulillah.

Ahmad Fauzan, si…

Kakak-Adek Ketemu Gede'

Gambar
Gue belum mau bahas tingkat "padepokan", baru mau bahas "kakak-Adek-an".

Yup! Istilah populernya, kakak-ade ketemu gede'.
Dan dalam hal ini, gue bakal bahas dari pihak cewek.


Pertama, emang harus selalu ada batesan biar ga kebablasan.
Sekarang, cewek mana sih yang ga seneng dapet perhatian? Tapi yang penting jangan baperan!
Karna kalo udah sampe baperan, bukan ga mungkin sampe ke tingkat ngancurin hubungan.
Entah itu pertemanan atau pernikahan.

Kedua, kalo cowok dikasih sifat alami melindungi, maka cewek di anugerahi kemampuan menditeksi.
Terditeksi modus, batesin! Terditeksi tulus, tegesin; "cuma kakak-adek-an, ga usah berlebihan!"




Serpihan Kaca

Gambar
Entah itu si miskin atau si kaya, tidaklah boleh merasa berkuasa! karena ada yang lebih kuasa.
Bahkan terhadap diri, tidaklah juga bisa! karena masih ada sang Maha Penentu Segala!


Ayah, maafkan ananda jika pagi ini membuatmu dalam bahaya.
Serpihan kaca yang ku ambil dari pundakmu, memberi tahuku; "Mungkin saja ada serpihan kaca yang lain, yang mengenai wajahmu". Namun kau menjawab tanyaku dengan: "Iya, kena sedikit"
Nada suaramu tegar, tapi mampu membuat hatiku bergetar.

Ayah, dari balik punggungmu, dengan menggamit pinggulmu, ananda bisa merasa kau gundah, meski tak goyah. Sungguh tak perlu kau pertaruhkan nyawa hanya agar ananda tidak telat berkerja. Karena jika ayahanda terluka, ananda tidak akan peduli segala.

Ayah, TEGAR, kata yang dengan baik bisa ananda pelajari dari mu, namun ananda tidak akan pernah bisa menjalaninya tanpa mu.

Ayanda sering bilang; "Jika kita sebagai hamba slalu mengingat_NYA, dimanapun dan kapanpun. Maka tak ada pula alasan bagi_NYA…